
Pekanbaru-Serunya Siswa SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya Belajar Budaya Melayu di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru Suasana Pagi yang CeriaPagi itu, halaman Museum Sang Nila Utama ramai oleh suara tawa anak- anak. Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya datang bersama guru mereka. Mereka bersiap mengikuti kegiatan outdoor learning atau belajar di luar kelas. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil.
Setiap kelompok memegang buku catatan kecil untuk menulis hal-hal menarik. Menjelajah Benda Sejarah dan Budaya Masuk ke dalam gedung museum, siswa melihat ribuan koleksi bersejarah. Pemandu museum menyambut mereka dengan ramah. Anak- anak melihat berbagai benda menarik, antara lain: Pakaian adat pengantin tradisional dari 12 kabupaten/kota di Riau.Miniatur rumah Melayu tempo dulu dengan bentuk yang unik.Alat musik tradisional dan permainan rakyat zaman dulu. Kain batik Riau dengan motif yang indah. Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya tampak antusias. Mereka bertanya kepada pemandu tentang fungsi benda-benda tersebut. Beberapa anak mencatat penjelasan pemandu di buku mereka. Manfaat Kegiatan di Luar Kelas Kegiatan luar kelas ini sangat bermanfaat bagi Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya. Mereka tidak hanya duduk di dalam kelas. Mereka melihat langsung bukti sejarah budaya Melayu. Wawasan mereka tentang kearifan lokal Provinsi Riau semakin bertambah. Menjelang siang, Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya berfoto bersama di halaman museum. Mereka pulang dengan membawa pengalaman baru yang seru dan berkesan.
Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya Belajar Sejarah dan Menyaksikan Keagungan Allah di Museum Sang Nila Utama

Museum Sang Nila Utama merupakan salah satu tempat yang dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik, khususnya dalam mengenal sejarah dan kebudayaan Melayu Riau. Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya Berkunjung ke museum tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai benda-benda peninggalan masa lalu, tetapi juga mengajarkan kita untuk menghargai perjuangan, kreativitas, dan kebudayaan masyarakat terdahulu. Lebih dari itu, pembelajaran di museum dapat menjadi sarana untuk semakin menyadari keagungan Allah SWT melalui keberagaman ciptaan dan kehidupan manusia.
Ketika memasuki Museum Sang Nila Utama, Siswa kelas VII SMP IT Az- Zuhra Cipta Karya dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Riau pada masa lampau. Berbagai pakaian adat, senjata tradisional, alat rumah

tangga, karya seni, serta benda-benda budaya lainnya menunjukkan bahwa masyarakat terdahulu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi. Setiap benda memiliki fungsi dan nilai sejarah tersendiri yang menggambarkan bagaimana manusia menjalani kehidupan sesuai dengan kondisi zamannya.
Dari berbagai peninggalan tersebut,
Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya kita dapat belajar bahwa Allah
SWT telah memberikan akal dan kemampuan kepada manusia untuk menciptakan berbagai karya. Manusia mampu menghasilkan kebudayaan yang beragam karena Allah memberikan kemampuan
berpikir, belajar, dan berkreasi. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al- Qur’an bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Kemampuan manusia dalam menciptakan kebudayaan merupakan salah satu bentuk nikmat Allah yang patut disyukuri.
Keberagaman budaya yang terdapat di Riau juga menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT. Setiap daerah memiliki adat, bahasa, pakaian, kesenian, dan tradisi yang berbeda. Perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk saling merendahkan, tetapi menjadi sesuatu yang harus dihargai. Allah menciptakan manusia dalam berbagai bangsa dan suku agar manusia dapat saling mengenal. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 1 3 bahwa manusia diciptakan bersuku-suku
dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal.

Pembelajaran di Museum Sang Nila Utama juga mengajarkan Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya pentingnya menjaga warisan budaya. Benda-benda bersejarah yang masih dapat kita lihat hingga saat ini merupakan hasil peninggalan generasi sebelumnya. Jika tidak dirawat dan dilestarikan, generasi mendatang mungkin tidak akan dapat mengenal sejarah dan kebudayaan daerahnya sendiri. Oleh karena itu, menjaga kebudayaan dapat menjadi salah
satu bentuk rasa syukur kepada Allah atas keberagaman yang telah diberikan- Nya.
Selain mendapatkan pengetahuan sejarah, kunjungan ke museum, Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya juga dapat menumbuhkan rasa kagum terhadap perjalanan kehidupan manusia. Dahulu, manusia hidup dengan teknologi yang jauh lebih sederhana dibandingkan sekarang,
| tetapi mereka mampu menghasilkan berbagai karya yang memiliki nilai seni dan fungsi yang tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan potensi yang luar biasa kepada manusia untuk belajar dan |
| berkembang dari zaman ke zaman. Dengan demikian, Museum Sang Nila Utama bukan hanya tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang memberikan banyak pelajaran kehidupan bagi Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya. Melalui koleksi yang ada, Siswa kelas VII SMP IT Az- Zuhra Cipta Karya dapat mengenal sejarah, memahami kebudayaan, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan daerah. Pembelajaran di Museum Sang Nila Utama dapat membawa Siswa kelas VII SMP IT Az-Zuhra Cipta Karya kepada kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan sejarah juga dapat menjadi jalan untuk mengenal kebesaran Allah SWT. Semakin banyak kita belajar tentang kehidupan dan keberagaman ciptaan-Nya, semakin kita menyadari bahwa manusia hanyalah sebagian kecil dari kebesaran Allah. Oleh sebab itu, mempelajari sejarah dan budaya hendaknya tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan rasa syukur, keimanan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. |