Seminar Pendidikan Nasional, Dr Karmila Sari : Adab Pondasi Ilmu, Kunci Kemajuan Pendidikan
 

Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., menegaskan betapa pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi emas Indonesia. Dalam sebuah seminar pendidikan nasional yang mengangkat tema “Pendidikan yang Berkarakter Berlandaskan Adab dan Ilmu” yang diselenggarakan di Ballrom Arafah Az-Zuhra Pusat pada awal Juni 2025, beliau mengajak semua pihak untuk bersama-sama menguatkan fondasi pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademis, namun juga perlunya mengembangkan karakter dan moral sebagai landasan utama pembentukan generasi penerus bangsa.

Salah satu filosofi inspiratif yang diangkat oleh Dr. Karmila adalah tarian Saman, yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini menggambarkan pentingnya kekompakan, kerja sama, serta sinergi dalam mencapai hasil yang berkualitas dan harmonis. Filosofi tersebut dipandang sebagai cerminan bagaimana dunia pendidikan harus dibangun: “Kalau satu gerakan saja salah, apakah pertunjukannya akan baik? Ini menunjukkan betapa kerja tim dan kolaborasi sangat krusial,” ungkapnya dalam seminar tersebut. Filosofi ini tidak hanya relevan untuk seni tradisional, melainkan juga sebagai gambaran nyata pentingnya sinergi antara pihak-pihak terkait dalam pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Sebagai perempuan pertama dari Riau yang duduk di Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau 1, Dr. Karmila memiliki komitmen kuat untuk mengatasi berbagai persoalan yang selama ini menjadi kendala bagi generasi muda. Ia menyoroti masalah putus sekolah yang masih terjadi serta keterbatasan akses pendidikan tinggi yang menyebabkan kesempatan belajar menjadi tidak merata. “Tanpa dukungan sektor swasta, sulit rasanya untuk bisa meningkatkan kualitas dan jumlah generasi unggul,” ujarnya. Hal tersebut mendorong visi inklusif, di mana pendidikan negeri dan swasta harus bersinergi dalam menciptakan peluang yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lebih jauh, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., menggaris bawahi pentingnya mendahulukan aspek adab dan karakter sebelum ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu yang tidak disertai adab dapat menimbulkan dampak negatif, sedangkan ilmu yang didapatkan dengan dasar karakter kuat akan menjadi cahaya yang memberi manfaat luas. Dalam pembentukan karakter peserta didik, sikap sopan santun, etika, serta moral harus menjadi pilar utama agar mereka bukan hanya cerdas secara intelektual, melainkan juga berkepribadian unggul dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Dalam rangka memberikan motivasi kepada pelajar dan mahasiswa, Dr. Karmila juga mengajak mereka untuk terus mengasah kemampuan dan berani bermimpi tinggi. Ia percaya bahwa masa depan bangsa Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerusnya. “Jangan takut bermimpi besar, karena suatu hari mungkin salah satu dari kalian akan berdiri di panggung DPR RI sebagai pemimpin bangsa,” pesannya dengan penuh semangat.

Seminar tersebut turut menghadirkan CEO Az-Zuhra Group, Muliyadi Syamsuar, S.Pd., yang berbagi wawasan tentang perjalanannya membangun lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen pada kualitas dan keterjangkauan. Az-Zuhra Group yang berdiri sejak 2009 kini menaungi 20 sekolah dan lebih dari 5.000 siswa serta mahasiswa, yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal tapi juga sosial. Keunikan lembaga ini antara lain sistem pembayaran SPP yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga tanpa adanya diskriminasi perlakuan terhadap siswa.

Selain itu, Az-Zuhra menjalin kerja sama dengan Bukhari International University dalam memberikan program beasiswa bagi siswa berprestasi, yang memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana dan magister dengan biaya yang sangat terjangkau bahkan gratis untuk program S1. Program ini membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing nasional.

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan tersebut memperlihatkan betapa eratnya hubungan dan kolaborasi yang perlu terjalin antara legislatif, institusi pendidikan, dan masyarakat demi terciptanya sistem pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Diskusi yang berlangsung menciptakan optimisme dan inspirasi bersama bahwa dengan kerja sama kolektif, mimpi membangun generasi emas yang tidak hanya cerdas tetapi juga beradab dapat diwujudkan.

Kesimpulannya, membangun generasi emas Indonesia membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari semua lapisan. Pendidikan yang berlandaskan pada adab dan ilmu menjadi kunci utama agar bangsa dapat melahirkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan global dan berkontribusi secara positif kepada pembangunan bangsa. Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M. sebagai sosok wakil rakyat dari Riau, terus berupaya memperjuangkan hal tersebut demi masa depan bangsa yang lebih cerah dan beradab.

Lomba MTQ