


Belajar sejarah dan budaya tidak cukup hanya dengan membaca buku. Siswa perlu berinteraksi secara langsung dengan sumber-sumber sejarah agar mampu mengamati, menggali informasi, berdiskusi, dan memahami makna di balik perjalanan sebuah peradaban. Semangat tersebut diwujudkan oleh siswa/i kelas 7 SMPIT Az Zuhra Islamic School melalui kegiatan Outdoor Learning di Museum Sang Nila Utama, Riau.
Mengusung tema “COLLABORATIVE LEARNING: Menelusuri Jejak Peradaban dan Warisan Budaya Melayu Riau”, kegiatan ini diikuti oleh 108 siswa dan dilaksanakan dalam dua sesi secara bergantian pada 1 dan 3 September 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, yaitu IPAS, Budaya Melayu Riau (BMR), dan Bahasa Indonesia.
Belajar melalui Pengamatan dan Kolaborasi
Selama kegiatan, siswa melakukan beberapa aktivitas utama, yaitu mengamati, mendeskripsikan, dan berdiskusi dalam kelompok. Siswa diarahkan untuk memperhatikan berbagai koleksi dan peninggalan yang terdapat di museum, kemudian mengidentifikasi informasi yang diperoleh dan mengomunikasikan hasil pengamatannya bersama anggota kelompok.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan berbagai kompetensi secara terpadu. Dalam pembelajaran IPAS, siswa dapat memahami kehidupan manusia, lingkungan, serta perkembangan masyarakat dalam perspektif ruang dan waktu. Melalui BMR, siswa mengenal lebih dekat identitas, budaya, dan warisan Melayu Riau sebagai bagian dari kekayaan daerah. Sementara itu, Bahasa Indonesia memberikan ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan mengamati, mendeskripsikan objek, menyusun informasi, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi secara efektif.
Konsep Collaborative Learning menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Siswa tidak hanya belajar dari benda-benda yang diamati, tetapi juga belajar dari teman melalui proses bertukar informasi, menyampaikan pendapat, mendengarkan, dan menyusun pemahaman secara bersama-sama.
Memahami Sejarah melalui Islamic Worldview
Lebih dari sekadar mengenal peninggalan sejarah dan budaya, kegiatan ini diarahkan untuk membangun Islamic Worldview dalam diri siswa. Sejarah dipandang bukan hanya sebagai kumpulan peristiwa masa lalu, tetapi sebagai sumber pembelajaran dan ibrah bagi kehidupan manusia.