Az-zuhra Group

Belajar sejarah ternyata tidak selalu harus duduk di dalam kelas dan membaca buku. Melalui Program Outdoor, siswa SMP Az Zuhra Simp.3 diajak menjelajahi langsung jejak sejarah yang ada di Kota Pekanbaru. Perjalanan kali ini membawa siswa mengunjungi tiga tempat bersejarah di kawasan Senapelan, yaitu Rumah Tuan Kadi, Rumah Tenun Kampung Bandar, dan Masjid Raya Senapelan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2026.Dengan penuh antusias, siswa mengamati bangunan, mendengarkan cerita dari para pemandu, bertanya, mengamati, dan menemukan berbagai hal menarik yang selama ini mungkin hanya mereka lihat melalui buku atau gambar. Suasana belajar pun terasa berbeda—lebih dekat, lebih nyata, dan tentunya lebih menyenangkan.

Di Rumah Tuan Kadi, siswa menemukan kisah tentang hubungan Pekanbaru dengan Kesultanan Siak. Rumah yang dikenal sebagai rumah singgah ini menjadi tempat Sultan Siak beristirahat ketika berkunjung ke Senapelan/Pekanbaru. Siswa juga dapat melihat langsung bangunan bersejarah dan berbagai peninggalan yang menggambarkan suasana Pekanbaru pada masa lalu. Rumah Tuan Kadi sendiri telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat provinsi. Dari sini, siswa belajar bahwa sebuah rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi saksi perjalanan sebuah daerah dan menyimpan cerita tentang tokoh-tokoh penting di masa lalu.

Keseruan berlanjut di Rumah Tenun Kampung Bandar. Di sini siswa tidak hanya melihat kain tenun yang sudah jadi, tetapi juga mengenal proses pembuatannya menggunakan alat tenun tradisional. Rumah yang diperkirakan telah berdiri sejak 1887 ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Pada masa perjuangan kemerdekaan, rumah tersebut pernah digunakan sebagai gudang logistik dan dapur umum. Kini, tempat ini menjadi salah satu ruang penting untuk menjaga tradisi tenun Melayu tetap hidup. Melihat langsung benang, alat tenun, motif, hingga proses menenun membuat siswa semakin memahami bahwa sebuah kain tradisional membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Perjalanan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Masjid Raya Senapelan, salah satu jejak penting perkembangan Islam dan sejarah awal Kota Pekanbaru. Masjid ini telah ada sejak abad ke-18 dan berkaitan erat dengan Kesultanan Siak serta kawasan Senapelan yang dahulu menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan. Melalui Program Outdoor ini, siswa tidak hanya membawa pulang foto dan pengalaman menyenangkan, tetapi juga pemahaman bahwa Pekanbaru memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Semoga pengalaman belajar di luar kelas ini menumbuhkan rasa ingin tahu, kecintaan terhadap budaya Melayu, serta kebanggaan siswa untuk mengenal dan menjaga warisan sejarah daerahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *