
Pekanbaru, 4 September 2026 — Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh Pasir Pengaraian melakukan kunjungan ke Yayasan Sinar Mulya Sejahtera Pekanbaru pada Jumat, 4 September 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh dalam mempersiapkan rencana pendirian Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Rombongan Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh hadir langsung bersama Pembina Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh, Ibu Dr. Hj. Hidayati, S.Kom., M.Pd.I., yang didampingi oleh sejumlah jajaran pengurus yayasan dan pengelola sekolah.
Sementara itu, rombongan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Sinar Mulya Sejahtera, Ibu Yelmida, bersama jajaran pengurus yayasan. Turut hadir Direktur Pendidikan Az Zuhra Pusat, Bapak Arif Ma Syuro, S.Pd., serta Kepala Sekolah SDIT Az Zuhra Islamic School, Bapak Muslim, S.Pd.I.
Belajar Tanpa Memandang Usia Yayasan
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling berbagi informasi mengenai sejarah, perjalanan, serta proses pengembangan masing-masing yayasan. Diskusi berlangsung hangat dan terbuka, membahas berbagai pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan, termasuk tantangan yang dihadapi serta solusi yang telah dilakukan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh, Ibu Dr. Hj. Hidayati, S.Kom., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pengalaman dan usia sebuah yayasan tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Meskipun Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh lebih dulu berdiri, yaitu sekitar tahun 1982, tetapi yang namanya belajar tidak memandang hal itu. Apalagi hari ini pendidikan harus sesuai dengan tuntutan zaman serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman.”
Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasinya terhadap Az Zuhra Islamic School yang berada di bawah naungan Yayasan Sinar Mulya Sejahtera.
“Saya melihat Az Zuhra Islamic School yang dinaungi oleh Yayasan Sinar Mulya Sejahtera adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang bisa dijadikan contoh model pendidikan Islam yang sesuai dengan zaman dan tetap sesuai dengan nilai-nilai keislaman.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan, sekaligus menunjukkan bahwa semangat untuk terus belajar dan melakukan pengembangan merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan.
Berbagi Pengalaman dan Tantangan Pengelolaan Pendidikan
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai perjalanan kedua yayasan dalam membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan.
Masing-masing pihak berbagi pengalaman terkait berbagai aspek pengelolaan pendidikan, mulai dari pengembangan lembaga, pengelolaan sumber daya manusia, proses pembelajaran, budaya sekolah, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan lembaga pendidikan di lapangan.
Diskusi tidak hanya membahas keberhasilan, tetapi juga berbagai kendala yang pernah dihadapi. Hal tersebut menjadikan pertemuan berlangsung secara lebih terbuka dan substantif, karena setiap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kedua belah pihak.
Bagi Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh, berbagai pengalaman yang disampaikan menjadi wawasan berharga dalam mempersiapkan rencana pendirian TK dan SDIT. Sementara bagi Yayasan Sinar Mulya Sejahtera, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar perspektif dan memperluas jaringan silaturahmi antar lembaga pendidikan Islam.
Melihat Langsung Aktivitas di Lingkungan Sekolah

Setelah sesi diskusi, rombongan Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh diajak untuk melihat secara langsung lingkungan pendidikan di Az Zuhra Islamic School.
Rombongan berkeliling melihat gedung sekolah, ruang kelas, serta berbagai ruang yang digunakan untuk menunjang aktivitas pembelajaran siswa. Kunjungan tersebut menjadi semakin menarik karena berlangsung bertepatan dengan waktu kepulangan siswa.
Dalam suasana tersebut, rombongan dapat melihat secara langsung aktivitas warga sekolah, termasuk interaksi antara guru dan siswa serta komunikasi dengan para orang tua atau wali murid.

Rombongan juga berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan guru, siswa, dan wali murid. Dengan demikian, kunjungan tidak hanya memberikan gambaran mengenai fasilitas dan sarana pendidikan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya dan interaksi pendidikan berlangsung dalam keseharian di lingkungan sekolah.
Pendidikan Islam yang Relevan dengan Zaman
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislamannya.
Perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan menuntut lembaga pendidikan untuk terus melakukan inovasi. Namun, inovasi tersebut tetap perlu dibangun di atas fondasi nilai, adab, dan karakter Islami.
Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan penting dalam pertemuan antara Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh dan Yayasan Sinar Mulya Sejahtera.
Keduanya melihat bahwa pendidikan Islam perlu terus berkembang dan melakukan pembaruan, namun tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama dalam proses pendidikan.
Mempererat Silaturahmi dan Membuka Ruang Kolaborasi
Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah agenda silaturahmi, tetapi dapat menjadi awal dari terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang lebih luas antara Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh Pasir Pengaraian dan Yayasan Sinar Muliya Sejahtera Pekanbaru.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa lembaga pendidikan dapat tumbuh lebih baik ketika memiliki semangat untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membuka diri terhadap praktik-praktik baik yang telah dilakukan oleh lembaga lain.
Perbedaan usia, sejarah, maupun perjalanan masing-masing yayasan bukanlah penghalang untuk saling belajar. Sebaliknya, perbedaan tersebut menjadi kekayaan yang dapat memperluas wawasan dan memperkuat semangat bersama dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas.
Ditutup dengan Pertukaran Cinderamata
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertukaran cinderamata antara Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh dan Yayasan Sinar Mulya Sejahtera sebagai simbol penghargaan, persahabatan, dan eratnya hubungan silaturahmi kedua lembaga.
Kunjungan ini menjadi momentum yang penuh makna bagi kedua yayasan. Bukan hanya sebagai pertemuan antar lembaga, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan bersama-sama melihat masa depan pendidikan Islam yang terus berkembang.
Semoga silaturahmi yang terjalin antara Yayasan Pendidikan Muhammad Abduh dan Yayasan Sinar Mulya Sejahtera dapat terus terjaga serta membuka ruang bagi berbagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam memajukan pendidikan Islam yang relevan dengan tuntutan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Yayasan Sinar Mulya Sejahtera
Pekanbaru, 4 September 2026